SIAPAKAH TUHANMU. ?
EDISI KE 116 - 9 September 2012
"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri... " (Yesaya 53:6a)
Keadaan hidup saat ini sudah terlalu jauh mengartikan kata "dosa". Kita tidak lagi sungguh-sungguh memahami arti dosa yang sebenarnya. Alkitab dengan jelas menyatakan dosa sebagai perseteruan atau permusuhan dengan Allah, sehingga tindakan atau buah dosa itu adalah perbuatan melawan Tuhan. Namun dosa itu menyatakan: bukankah tiu hidupmu? Pompa tubuhmu dengan narkoba, roko atau minuman keras, usahakan dirimu untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya; sekalipun harus menipu dan memperdaya orang lain; isi waktu-waktumu dengankesenangan dunia, dan bukankah hidup itu hanya sekali dan sementara? Mengapa harus taat dan mengikuti FirmanTuhan? Mengapa harus menyangkal diri untuk seuatu yang tidak enak untuk daging kita? Jawabannya karena ada Tuhan di hati kita. Roh Tuhan itulah yang menjaga dan mengatur hidup kita.
Hidup yang melawan Tuhan adalah hidup yang di dominasi oleh "saya dan keakuan",hidup yang demikian tidak ada bedanya dengan hidup seekor binatang liar di hutan, mereka melakukan apa saja yang baik dan menguntungkan diri sendiri. Mengapa binatang melakukan semua itu? Sebab mereka tidak ber-Tuhan. Tuhan mereka adalah diri mereka sendiri. Demikian jauhnya pengertian dosa, jadi bukan sekedar tindakan yang keliru, namun permusuhan dengan Tuhan itulah yang mengakibatkan satu tindakan yang memerangi dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Mungkin saja kita rajin ibadah, mengembalikan persepuluhan, atau bahkan ambil bagian dalam pelayanan, namun jika tindakan kita itu melawan Tuhan, maka jelas bahwa Tuhan kita adalah diri kita sendiri, bukan Tuhan yang menyatakan diri-Nya di dalam Alkitab, The God of the Bible.
Ketika Tuhan berkata: "Lepaskanlah pengampunan, dosa akan berkata; aku memilih untuk bermain impas dan balas dendam; ketika tuhan berkata: Sangkal dirimu sendiri, dosa akan berkata: nikmati hidupmu selagi ada kesempatan; ketika Tuhan mengajar kita untuk hidup bertanggung jawab dan melakukan kewajiban kita dengan rela hati, dosa akan berkata: tuntut hakmu, baru kita bicara kewajiban." Demikianlah dosa akan selalu bertentangan dengan Firman Tuhan, Firman Allah menyatakan dengan jelas: "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada seorang dan tidak mengindahkan yang lain..." (Matius 6:24). Hari ini, setelah kita memahami betapa dalamnya dosa yang telah mengelabuhi kita, putuskanlah, kepada siapa kita akan beribadah?
| HE ALWAYS HERE TO SAVE YOU |
Bagaimana kita tahu bahwa sesungguhnya Tuhan itulah yang menjadi Tuhan di dalam diri kita? Dialah yang mengatur dan memimpin hidup kita? Alkitab berkata: "Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikian kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita." (1 Yohanes 3:24). Kata kuncinya adalah"menuruti segala perintah-Nya", itulah lawan kata dari dosa. Ketika dosa pertama kali masuk ke dalam dunia, iblis masuk dan menyusupi manusia dengan memutar balikkan Firman Allah, dan pada akhirnya, iblis mengajak manusia untuk memberontak melawan Tuhan dan perintah-Nya. Itulah saat-saat di mana manusia kehilangan kemuliaan Tuhan, sebab dosa dan Tuhan tidak dapat dipersatukan, dosa selalu bermusuhan dan bertentangan dengan Tuhan.
Ketika dosa sudah semakin bertambah luas dan merajalela, Tuhan tidak rela membiarkan umat buatan tangan-Nya dihancurkan oleh dosa. Jalan keluarnya adalah melalui penebusan, dan itulah yang dipilih Yesus untuk membayar lunas harga dosa. Di kayu ssalib Dia bayar lunas harga penebusan, dan itu berlaku bagi mereka yang mengasihi Dia. Bukti bahwa kita mengasihi Dia akan selalu tetap sama, yaitu "Menuruti segala perintah-Nya". Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yohanes 14:15). Jadi keputusan Surga tentang dosa, sekalipun setelah penebusan, tidak pernah berubah, dosa itu permusuhan dengan Tuhan. Men-Tuhan Yesus sebagai Tuhan harus selalu berjalan seirama dengan membenci dosa. Hari ini putuskan oleh diri kita masing-masing, siapakah yang akan menjadi Tuhan bagi kita.?
Have a blessed sunday, Jesus love you
No comments:
Post a Comment