Showing posts with label MY NOTE. Show all posts
Showing posts with label MY NOTE. Show all posts

About Me 1203


TIDAK BERBUAT APA-APA
Fridayt 21 September,2012

Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yakobus 4:17)

Lukas 10:25-37
Ketika membaca perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, biasanya perhatian kita tertuju pada orang Samaria. Padahal dengan memberikan perumpamaan itu, Yesus tidak hanya hendak menunjukkan kemurahan hati orang Samaria, tetapi juga hendak menunjukkan kejahatan imam dan orang Lewi! 
Mengapa imam dan orang Lewi itu dikatakan jahat? Karena mereka tidak melakukan kebaikan yang seharusnya mereka lakukan. Mereka bisa menolong orang yang dirampok itu, tetapi dengan banyak pertimbangan mereka memilih untuk cuci tangan, tidak melakukan apa-apa. 
Mungkin tidak banyak orang kristiani yang jatuh dalam dosa perzinaan, pembunuhan, pencurian, atau tindakan amoral lain, tetapi banyak orang kristiani jatuh dalam dosa ini: tidak melakukan apa-apa! Ya, ini dosa yang sering dilakukan orang kristiani. Yakobus 4:17 mengatakan bahwa jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa! 
Tidak melakukan apa-apa adalah dosa! Ingatkah Anda perumpamaan tentang orang yang menerima satu talenta? Apa yang dikatakan tuannya ketika mendapati bahwa hamba yang menerima satu talenta ini tidak berbuat apa-apa? Tuan itu berkata bahwa ia adalah hamba yang jahat! 
Untuk menjadi orang berdosa, Anda tidak perlu membunuh, merampok, atau berzina. Hanya dengan tidak berbuat apa-apa, kita menjadi orang berdosa! Hari ini, mari kita menjadi orang yang selalu melakukan kebaikan kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Jangan sampai kita jatuh dalam dosa karena tidak berbuat apa-apa

About Me 1202


SIAPAKAH TUHANMU. ?

EDISI  KE 116 - 9 September 2012

"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri... " (Yesaya 53:6a)

Keadaan hidup saat ini sudah terlalu jauh mengartikan kata "dosa". Kita tidak lagi sungguh-sungguh memahami arti dosa yang sebenarnya. Alkitab dengan jelas menyatakan dosa sebagai perseteruan atau permusuhan dengan Allah, sehingga tindakan atau buah dosa itu adalah perbuatan melawan Tuhan. Namun dosa itu menyatakan: bukankah tiu hidupmu? Pompa tubuhmu dengan narkoba, roko atau minuman keras, usahakan dirimu untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya; sekalipun harus menipu dan memperdaya orang lain; isi waktu-waktumu dengankesenangan dunia, dan bukankah hidup itu hanya sekali dan sementara? Mengapa harus taat dan mengikuti FirmanTuhan? Mengapa harus menyangkal diri untuk seuatu yang tidak enak untuk daging kita? Jawabannya karena ada Tuhan di hati kita. Roh Tuhan itulah yang menjaga dan mengatur hidup kita.

Hidup yang melawan Tuhan adalah hidup yang di dominasi oleh "saya dan keakuan",hidup yang demikian tidak ada bedanya dengan hidup seekor binatang liar di hutan, mereka melakukan apa saja yang baik dan menguntungkan diri sendiri. Mengapa binatang melakukan semua itu? Sebab mereka tidak ber-Tuhan. Tuhan mereka adalah diri mereka sendiri. Demikian jauhnya pengertian dosa, jadi bukan sekedar tindakan yang keliru, namun permusuhan dengan Tuhan itulah yang mengakibatkan satu tindakan yang memerangi dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Mungkin saja kita rajin ibadah, mengembalikan persepuluhan, atau bahkan ambil bagian dalam pelayanan, namun jika tindakan kita itu melawan Tuhan, maka jelas bahwa Tuhan kita adalah diri kita sendiri, bukan Tuhan yang menyatakan diri-Nya di dalam Alkitab, The God of the Bible.

Ketika Tuhan berkata: "Lepaskanlah pengampunan, dosa akan berkata; aku memilih untuk bermain impas dan balas dendam; ketika tuhan berkata: Sangkal dirimu sendiri, dosa akan berkata: nikmati hidupmu selagi ada kesempatan; ketika Tuhan mengajar kita untuk hidup bertanggung jawab dan melakukan kewajiban kita dengan rela hati, dosa akan berkata: tuntut hakmu, baru kita bicara kewajiban." Demikianlah dosa akan selalu bertentangan dengan Firman Tuhan, Firman Allah menyatakan dengan jelas: "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada seorang dan tidak mengindahkan yang lain..." (Matius 6:24). Hari ini, setelah kita memahami betapa dalamnya dosa yang telah mengelabuhi kita, putuskanlah, kepada siapa kita akan beribadah?

HE ALWAYS HERE TO SAVE YOU
Bagaimana kita tahu bahwa sesungguhnya Tuhan itulah yang menjadi Tuhan di dalam diri kita? Dialah yang mengatur dan memimpin hidup kita? Alkitab berkata: "Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikian kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita." (1 Yohanes 3:24). Kata kuncinya adalah"menuruti segala perintah-Nya", itulah lawan kata dari dosa. Ketika dosa pertama kali masuk ke dalam dunia, iblis masuk dan menyusupi manusia dengan memutar balikkan Firman Allah, dan pada akhirnya, iblis mengajak manusia untuk memberontak melawan Tuhan dan perintah-Nya. Itulah saat-saat di mana manusia kehilangan kemuliaan Tuhan, sebab dosa dan Tuhan tidak dapat dipersatukan, dosa selalu bermusuhan dan bertentangan dengan Tuhan.

Ketika dosa sudah semakin bertambah luas dan merajalela, Tuhan tidak rela membiarkan umat buatan tangan-Nya dihancurkan oleh dosa. Jalan keluarnya adalah melalui penebusan, dan itulah yang dipilih Yesus untuk membayar lunas harga dosa. Di kayu ssalib Dia bayar lunas harga penebusan, dan itu berlaku bagi mereka yang mengasihi Dia. Bukti bahwa kita mengasihi Dia akan selalu tetap sama, yaitu "Menuruti segala perintah-Nya". Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yohanes 14:15). Jadi keputusan Surga tentang dosa, sekalipun setelah penebusan, tidak  pernah berubah, dosa itu permusuhan dengan Tuhan. Men-Tuhan Yesus sebagai Tuhan harus selalu berjalan seirama dengan membenci dosa. Hari ini putuskan oleh diri kita masing-masing, siapakah yang akan menjadi Tuhan bagi kita.?

Have a blessed  sunday, Jesus love you

About Me 1201

ROH KUDUS DAN HIDUP BARU


“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 16 Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak dapat melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
 18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melilhat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. 20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 
(YOHANES 14:15-20)

Jika seseorang sudah menerima baptis air yaitu janji keselamatan dan kebenaran bahwa Yesus Kristus adalah Juru selamat pribadinya, membuat pengakuan pertobatan dan lahir baru sebagai murid Yesus, sesungguhnya ia telah menerima sesuatu yang sungguh-sungguh baru. Dalam kitab-kitab dalam perjanjian lama, Roh Kudus hanya ada pada para nabi dan orang-orang khusus.Tetapi dalam perjanjian baru yaitu sejak Yesus Kristus bangkit pada hari yang ketiga, setiap orang percaya bahwa Yesus adalah Hakim dan Juru selamat manusia memiliki sesuatu yang baru yaitu kehadiran Roh Kudus dalam hidupnya.
 Banyak kasus setelah seseorang melakukan janji pertobatan (Baptis), kembali jatuh dalam dosa dan kehidupan lamanya. Semua itu terjadi pada umumnya karena dalam hari-hari setelah mereka menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya, mereka tidak hidup sesuai dengan cara hidup yang sudah diajarkan oleh Yesus Kristus sebagai guru.
Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang yang telah "lahir baru" mereka tetap harus hidup dalam lingkungan, teman-teman bahkan dirumah yang lamanya. Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa lingkungan dan orang-orang terdekat dapat membentuk sifat seseorang.
Tidak adanya kehadiran Roh Kudus dalam hidup merekalah yang umumnya membuat orang-orang tersebut dapat kembali jatuh kedalam kebiasaan buruk dan dosa lamanya. 

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 16 Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak dapat melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Dalam  (Matius 3:7-11)  Yohanes mengatakan "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api."

Jadi jika kita cermati, maka sangat jelas bahwa setiap orang yang telah menerima pertobatan (baptis air) maka dalam menjalani kehidupan barunya harus juga menerima baptisan Roh Kudus. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa baptisan roh kudus kali ini tidak lagi diwakili orang pendeta atau pastor, tetapi Roh Kudus akan diberikan secara langsung oleh Yesus Kristus kepada orang yang bersangkutan.
25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (YOHANES 14:25-26)

Roh Kudus yaitu Penghibur, Dialah yang akan secara langsung mengajarkan secara pribadi kepada kita segala sesuatu, mengingatkan semua yang telah dikatakan oleh Yesus di dalam seperti yang tertulis dalam Kitab Injil yang ditulis oleh para rasulnya. Bahkan Roh Kudus akan secara langsung mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi segala situasi yang terjadi di dalam hidup kita.

Bagaimana Roh Kudus bisa hadir dalam kehidupan kita.? BERDOA secara khusus dan mengundang-Nya secara pribadi itulah caranya. Lepaskanlah semua Logika anda, dan datanglah ke hadapan Yesus Kristus dalam bentuk manusia rohani.

Saya sengaja tidak akan menuliskannya lebih jauh lagi, semata-mata karena saya sangat berharap bahwa bagi para pembaca dapat mengalami sendiri pengalaman spiritual ini secara langsung dan sehingga ke depannya anda dapat menyatakan kepada orang-orang lain secara utuh bagaimana pengalaman anda ini.



Jika anda memiliki komentar ataupun kesaksian, silahkan tuliskan dalam kolom komentar, saya akan dengan senang hati untuk berkomunikasi dengan anda.

Shalom, Tuhan Yesus memberkati Anda.